HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (I)
April 7, 2008 at 1:23 pm | In Tak Berkategori | Leave a CommentTags: HACCP
Penggunaan sistem HACCP dalam industri pengolahan makanan bukanlah suatu hal yang baru. HACCP merupakan sistem yang logis, simpel, efektif dan terstruktur dengan baik dalam proses kontrol produksi makanan. Sistem HACCP didesain untuk mengidentifikasi kemungkinan bahaya dan atau situasi kritis serta untuk menghasilkan prosedur dalam mengantisipasi dan mengatasi situasi yang mungkin terjadi.
Sistem HACCP diperkenalkan ke industri makanan sebagai implikasi dari adanya program penjelajahan ke luar angkasa pada tahun 1960an. Pada awalnya NASA menggunakan sistem HACCP untuk menjamin kualitas dan keamanan komponen kendaraan luar angkasa. Program ini dikembangkan untuk menjamin reabilitas produk yang pada akhirnya diaplikasikan pada pengembangan keamanan makanan untuk astronot.
Laboratorium Angkatan Bersenjata AS yang bekerja sama dengan NASA mengembangkan makanan yang dibutuhkan oleh para astronot selama misi eksplorasi luar angkasa berlangsung. Selanjutnya dilakukan perjanjian kontrak dengan Perusahaan Pillsbury untuk mendesain dan memproduksi makanan pertama yang digunakan di luar angkasa. Ketika para peneliti Pillsbury bergumul dengan berbagai masalah seperti bagaimana caranya agar makanan tetap kompak pada gravitasi nol, mereka juga dihadapkan pada tugas untuk menjaga dan menjamin agar makanan yang diproduksi bebas dari bakteri dan virus pathogen 100%. Terkena diare saat gravitasi nol karena mengkonsumsi makanan tidak higienis bukanlah suatu hal yang menyenangkan bagi asronot, derajat bahaya kejadian ini sama halnya jika terjadi kegagalan fungsi pada roket pendorong.
Penggunaan metode kontrol kualitas standar yang umum diaplikasikan pada industri makanan saat itu tentu saja tidak sesuai untuk tugas berat yang diemban Pillsbury. Para peneliti Pillsburry mulai melakukan evaluasi secara ekstensif. Mereka menyadari bahwa keberhasilan proyek ini akan dicapai jika mereka mengontrol penuh terhadap semua proses yang ada, mulai dari bahan mentah, lingkungan, hingga para pekerjanya. Pada tahun 1971 diperkenalkanlah sistem HACCP sebagai sistem prefentif yang menjamin keamanan produk makanan yang diproduksi. Jika sistem HACCP diimplementasikan dengan benar, maka hanya dibutuhkan pengujian produk ahir yang minim dan hanya bersifat verifikasi semata. (bersambung)
No Comments Yet »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.